Ekspektasi yang tidak dikelola adalah musuh dari pernikahan
Cara mengatur ekspektasi itu yang menentukan ke depan bahagia atau sedih
Itu mengatur ekspektasi diri sendiri dan terhadap pasangan juga
Kalau mau holiday biasa kita riset dulu tempat yang mau kita kunjungi
Kalau mau bangun masa depan harus punya harapan. Kalau orang ga punya pengharapan biasa depresi
Karena sering kecewa jadi ga punya ekspektasi apa apa lagi
Mengatur dan mengelola ekspektasi kita masing masing
Unrealistic expectation will lead to disappointment
Purpose
Navigation
Resources
Detour
Ad1.
Maturity is the goal of life
Your life purpose is not to get married
Kalau menikah jadi tujuan hidup maka pernikahan diharapkan membawa kebahagiaan
Yang harusnya dijadikan tujuan adalah kedewasaan bukan kebahagiaan
Tujuan pernikahan adalah membuat kita menjadi dewasa
Pernikahan adalah sarana utk satu tujuan yaitu kedewasaan
Allah memberikan pernikahan bukan utk membahagiakan kita tapi utk menguduskan kita
Kita skrg sudah menjadi satu dengan Kristus. Kristus mati utk kita semua
Dalam pernikahan harusnya sudah mengantisipasi dan menerima tuntutan untuk berubah
Yang harus berubah bukan orang lain tapi diri kita sendiri
Masing masing pasangan perlu berpikir bahwa pasangan kita dipakai Tuhan utk mengubah kita menjadi lebih dewasa membentuk kita sendiri
Ad2.
Bicara soal navigation ada 2 hal yang harus diketahui tantangan eksternal dan internal
Kita sedang menjalani pernikahan di tengah dunia yang hancur dan tidak sempurna . Dunia hancur penyebabnya adalah dosa. Segala macam penderitaan hancur karena dosa.
1 Petrus 1:6-7 TB
[6] Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. [7] Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
https://bible.com/bible/306/1pe.1.6-7.TB
Tuhan mau pakai pencobaan karena semua itu akan dipakai utk mendewasakan kita dan memurnikan iman kita
Menjadikan kita lebih seperti Kristus
Ada tantangan internal dan ada tantangan eksternal
Kita adalah seorang pendosa yang menikah dengan seorang pendosa.
Setiap kita ga akan luput dari dosa pasangan kita
Pasangan kita pada umumnya ga punya niat jahat tp dia sedang bergumul dengan dosanya dia sendiri
2 Korintus 5:14-15 TB
[14] Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. [15] Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
https://bible.com/bible/306/2co.5.14-15.TB
Sifat dosa adalah mau mementingkan diri sendiri dan hidup utk diri sendiri (pemberontakan terhadap Tuhan). Dosa bukan soal pelanggaran besar tapi bisa juga hal kecil yang dilakukan utk memuaskan diri sendiri dan mengorbankan orang lain
Setiap pernikahan akan selalu membawa dosa tersembunyi ke permukaan
Bagaimana respons kita terhadap dosa kita sendiri? Menyalahkan situasi keadaan (blame)
Atau kita justru berkata "wah ini dosa saya harus bertobat"
Apakah terus menuduh dan menghukum atau justru malah kita meminta kepanjangan tangan Tuhan??
Covenant berkata aku akan tetap disini menyayangi kamu meskipun sudah melihat sisi buruk mu sekalipun
Hubungan kita dan istri harusnya mengacu kepada covenant kita kepada Tuhan bahwa sudah berjanji kepada Tuhan utk mengasihi pasangan kita
Mati terhadap diri sendiri
Artinya harus matiin ego kita. I care more about the covenant than winning
Mau itu baik mau itu benar saya lebih memilih tetap berada dalam covenant
Cuman Tuhan yang bs mengampuni dosa dan menghilangkan dosa kita
Kuasa kebangkitan Yesus tersedia buat kita yang mau percaya
Harus ngomong apalagi?
Cara mengubah dia?
Stop that. Take a step back. She / he belongs to YOU. Aku percaya Tuhan berkuasa memulihkan dia. Bukan menyerah tapi berharap sama Tuhan
I can do what i can or what i know
Kadang ketika ngomong / doa begini artinya i dont know what to do tapi mau percaya Tuhan aja
Ad 4
Ketika realita berbeda dengan ekspektasi kita sering menyangka ini apa yang salah ya
Gambaran kita perlu dikoreksi
Contoh kayak waktu liburan ngebayangin mau berjemur taunya ga bisa karena anak anak sakit.... Atau tiba tiba hujan deras
Kalau melihat pernikahan sebagai sumber kebahagiaan maka semua konflik yang muncul dianggap sebagai masalah
Detours adalah bagian dari proses pembentukan
Contoh wkt liburan adalah event
Pengalaman liburan adalah proses
Perjalanan iman kita. Keselamatan adalah event
Rekonsiliasi adalah sebuah event dan sebuah proses. Kita reconcile dengan Tuhan menjadi serupa dengan Tuhan.
Rekonsiliasi butuh pertobatan dan pengampunan
Rekonsiliasi harus menjadi lifestyle
Masalahnya bukan di ekspektasi tapi apakah ekspektasi itu layak jadi berhala
Kalau saya lepaskan pengampunan siapa yang bela saya
Pengampunan bukan ttg siapa yang benar tapi siapa yang kita percaya
Tuhan memegang cerita hidup saya. Kebenaran dipegang ketika kita berhenti duduk di kursi hakim dan duduk di kursi Tuhan
Terus bertobat dan mengampuni
Pernikahan yang sehat bukan tidak ada konflik tapi terus terjadi pertobatan dan pengampunan
Apa ada hal yang membuat ekspektasi belum terpenuhi?
Apakah ada hal yang kamu harapka agar kamu merasa lebih dicintai??
No comments:
Post a Comment