Saturday, November 12, 2016

Kotbah 2 feb 2014 Jeffrey Rachmat - Monthly theme Relationship, the u factor

Kotbah 2 feb 2014
2nd service
Kota kasablanka
Ps. Jeffrey Rachmat - Monthly theme Relationship, the u factor

Kita adalah produk dr sebuah hubungan. Kegagalan atau keberhasilan tergantung dr sebuah hubungan.
Mazmur 1:1-3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

The u factor, berhasil tidaknya seseorang tergantung dr relationship kita. Pertemanan kita merupakan aset / modal kita utk berhasil atau tidak. Hubungan mengenal jarak. Semakin dekat seseorang dalam hati kita makin besar pengaruhnya dalam hidup kita. Kemampuan kita utk memanage hubungan sangat menentukan bagaimana kita hidup. Menjauh dr orang yg perlu kita jauhi dan dekatkan diri kepada orang yg perlu kita dekati.

1 korintus 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

1 korintus 3:3-9
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Keputusan yg kita ambil di dunia ini diambil dr apa yang kita percayai. Dan ada 2 kelompok orang yg penting utk kita perhatikan yaitu yg menanam benih, menanam pemikiran dan yang menyiram.
Yang menanam perlu benih, yg menyiram perlu air saja tidak perlu benih. Tapi dia memberikan penekanan, ngomporin, highlighting.

Tuhan tidak bs menumbuhkan kalau tidak ada yang menanam dan tidak yang menyiram. Apa yg ditanam harus bertumbuh supaya hidup kita berubah.

Matius 13
Perumpaamaan ttg seorang penabur.

1 korintus 3:11-15
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Kualitas kehidupan spt apa yg kita mau?
Semua ditentukan dari hubungan yg kita bina.

Bagaimana kita mau meninggalkan legacy? Contoh buat generasi berikutnya
Markus 12:28-34
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Apa perintah yg plg utama?
Sulit mengasihi sesama kalau kita tidak mengasihi diri sendiri

Cinta :
1. Love is centered in the will not in your feeling. Berpusat pada kemauan bukan pada perasaan. Love is a choice, you choose to love or not to love.
Perintah yg plg penting adalah cintailah / kasihilah. Berarti cinta itu bisa diperintahkan, cinta bukan perasaan.

Matius 5:43-44
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Keputusan untuk mencintai muncul ketika mulai mengerti nilai dari orang tersebut. Its easy to love when you can see the value. Kita sangat mudah utk membenci kalau kita inget yg jelek jeleknya saja. Apalagi kita semakin mudah utk membenci kalau kita dikelilingi oleh penanam dan pengompor yg meyakinkan untuk membenci lebih lagi.

Dalam relationship yg menentukan kualitas hubungan adalah kita sendiri. Mudah sekali utk menyalahkan keadaan. Tapi semua tergantung diri kita sendiri. Setiap relationship yg kita punya ada satu persamaan, yaitu kita sendiri ada di dalamnya. If i can fix myself then a great deal of my world will change.

Kebanyakan masalah ga akan jadi besar kalau kita ga bikin jadi besar.

Bagaimana kita melihat dirimu sendiri? Menaruh nilai dalam hidupmu sendiri
Kalau gagal menilai diri sendiri, berarti gak heran kita gagal menilai / mencintai orang lain. If you dont like yourself , lalu kamu cinta sama orang lain, bagaimana kamu expect orang lain cinta sama kamu padahal kamu sendiri ga cinta sama diri sendiri.

Mencintai diri sendiri yg dimaksud disini adalah melihat diri kita berharga seperti Tuhan melihat diri kita. Kita ga bisa melihat diri kita berharga kalau kita gak mencintai Tuhan kita dulu. Kita semua punya insecurity, sanggup kah kits mengisolasi insecurity kita itu sehingga insecurity itu tidak mengisolasi kita.

Kekristenan bukan agama tp sebuah hubungan.
Kalau kita gak mencintai Dia bukan berarti Tuhan insecure, tapi itu untuk keuntungan kita sendiri. Saat kita mencintai Dia kita terima gambarnya. Kita kemudian bs menata hidup kita, di atas dasar yg benar. Bangunan seperti apa yg kita mau.

No comments:

Post a Comment